Sejumlah pemangku kepentingan di bidang pariwisata dan hubungan internasional hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Indonesia, hadir Yulia, Direktur Pemasaran Pariwisata Internasional kawasan Asia, Australia, dan Oseania Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; Zhou Weiliang, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PERPIT); Artha Hanif, Ketua Umum Alliance of The Indonesian Tour & Travel Agency (AITTA); Rina Darmawan, Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DKI Jakarta; serta Hendra Eker, Kepala Bidang Inbound dan Domestik Dewan Pimpinan Pusat ASITA.
Dari pihak Tiongkok, hadir Wang Siping, Counselor Bidang Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia; Li Pan, Direktur Kantor Informasi Pemerintah Rakyat Daerah Otonom Guangxi Zhuang; serta Lin Lin, Wakil Kepala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Otonom Guangxi Zhuang. Acara ini juga dihadiri perwakilan asosiasi pariwisata, pelaku industri perjalanan, perusahaan pariwisata Guangxi, serta media.
Dalam kegiatan tersebut, Lisa Li, Director of Sales Guilin Tianyuan International Travel Service Co., Ltd., tampil sebagai pembicara. Ia menekankan pentingnya budaya sebagai dasar penguatan hubungan antarnegara.
“Dengan budaya kita jadikan jembatan,” kata Lisa Li. Menurut dia, pertukaran budaya dan pariwisata dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Guangxi sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan di sektor pariwisata.
Rangkaian acara juga diisi dengan pameran hasil karya budaya dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Guangxi, yang menampilkan kerajinan tradisional dan produk kreatif. Selain itu, para tamu disuguhkan pertunjukan tarian budaya khas Guangxi.
Kegiatan ini turut didukung Chongzuo Media Convergence Center dan Guangxi Zuojiang Culture Media Co., Ltd., yang menampilkan presentasi visual bertema New Zuojiang, New National Trend sebagai bagian dari promosi budaya Guangxi.
Salah satu peserta, Melda Rina, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini memberikan pengalaman budaya yang menarik sekaligus membuka wawasan.
“Pameran karya budaya, produk UMKM, dan pertunjukan tari yang ditampilkan sangat menarik. Kegiatan ini membantu kami memahami kekayaan budaya Guangxi sekaligus melihat potensi kerja sama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap terjalin kerja sama yang lebih luas di bidang pariwisata dan kebudayaan, sekaligus mendorong pertukaran wisatawan antara Indonesia dan Tiongkok.(Red)
