Kegiatan persiapan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 17/Wonosegoro, Kapten Infanteri Dwi Suprianto, yang turun bersama masyarakat setempat untuk menyiapkan lokasi peletakan batu pertama pembangunan jembatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Inf Dwi Suprianto menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendukung kelancaran pembangunan.
“Persiapan ini merupakan langkah awal sebelum pelaksanaan pembangunan. Kami bersama warga bergotong royong agar proses peletakan batu pertama nanti dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan keselamatan warga saat beraktivitas sehari-hari.
“Selama ini akses penyeberangan masih terbatas dan cukup berisiko, terutama saat musim hujan. Dengan adanya jembatan ini, kami berharap mobilitas warga akan lebih aman dan lancar,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat Desa Bolo terlihat dari keterlibatan aktif dalam kegiatan gotong royong tersebut. Warga berharap pembangunan jembatan ini dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan.
Selain mempermudah akses transportasi, keberadaan Jembatan Garuda juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar kegiatan pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.
Pembangunan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.
