Kota Medan, Liputanviral.space.com, Cipayung Plus Sumatera Utara yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) & Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memberikan apresiasi terhadap langkah dan kinerja PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dalam menjaga ketersediaan serta distribusi energi bagi masyarakat, Sabtu (12/9/2026).
Tanggapan tersebut diberikan atas berbagai upaya Pertamina Sumbagut dalam memastikan keberlangsungan pasokan BBM dan LPG, memperkuat sistem distribusi, serta membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga ketahanan energi di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Sejumlah pemberitaan sepanjang 2026 menunjukkan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan berbagai langkah untuk menjaga keandalan pasokan energi. Pada periode Ramadan dan Idulfitri, misalnya, Pertamina memperkuat stok BBM dan LPG serta melakukan pemantauan distribusi agar kebutuhan masyarakat dan sektor strategis tetap terpenuhi. Pertamina juga menyatakan distribusi energi untuk transportasi, kelistrikan, industri, dan pelayanan publik terus menjadi perhatian utama.
Selain itu, Pertamina Sumbagut juga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG, termasuk melalui sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut dinilai penting karena energi merupakan salah satu sektor vital yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Ketua PKC PMII Sumatera Utara, M. Agung Prabowo, menilai Pertamina memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di Sumatera Utara. Menurutnya, keberadaan energi yang tersedia dan terdistribusi dengan baik bukan sekadar persoalan bisnis, tetapi menyangkut kepentingan publik.
“Kami mengapresiasi upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menjaga ketahanan energi di Sumatera Utara. BBM dan LPG merupakan kebutuhan yang sangat dekat dengan masyarakat. Ketika distribusinya berjalan baik, maka aktivitas transportasi, UMKM, industri, nelayan, petani, hingga pelayanan publik juga ikut terbantu,” ujar M. Agung Prabowo.
Agung juga menilai penguatan koordinasi antara Pertamina dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, serta kelompok mahasiswa harus terus dilakukan. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci agar persoalan distribusi energi dapat diantisipasi sejak dini.
“Mahasiswa tentu tetap menjalankan fungsi kontrol sosial. Apresiasi bukan berarti menghilangkan kritik. Justru kami ingin mendorong agar Pertamina terus terbuka terhadap masukan masyarakat dan semakin cepat merespons apabila terjadi persoalan di lapangan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD IMM Sumatera Utara, Rahmat Taufiq Pardede, mengatakan bahwa kinerja Pertamina Sumbagut dalam menjaga ketersediaan energi patut diapresiasi, terutama karena cakupan wilayah operasional Sumbagut yang luas dan memiliki karakter geografis yang beragam.
“Menurut kami, tantangan distribusi energi di Sumatera Utara tidak sederhana. Karena itu, langkah Pertamina dalam memperkuat monitoring, armada distribusi, stok, dan koordinasi lintas sektor merupakan hal positif. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan dan langkah tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Rahmat Taufiq Pardede.
Rahmat menambahkan bahwa IMM Sumut mendorong Pertamina untuk terus meningkatkan transparansi informasi kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi perubahan kondisi pasokan maupun gangguan distribusi.
Sementara itu, Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Armando Sitompul, melihat energi sebagai salah satu fondasi penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Armando, kelancaran distribusi BBM dan LPG mempunyai efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi.
“Energi adalah bagian penting dari roda perekonomian. Ketika pasokan energi terjaga, mobilitas masyarakat, kegiatan industri, perdagangan dan aktivitas ekonomi lainnya dapat berjalan lebih baik. Karena itu, kami mengapresiasi kerja Pertamina Sumbagut yang terus melakukan penguatan distribusi dan pelayanan,” ujar Armando.
Ia juga mendorong agar Pertamina tidak hanya berorientasi pada aspek distribusi, tetapi terus memperkuat inovasi, efisiensi, keselamatan kerja, serta aspek keberlanjutan dalam pengelolaan energi.
Hal senada disampaikan Ketua KAMMI Sumatera Utara, Irham Saddani Rambe. Ia menilai ketahanan energi harus menjadi agenda bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami melihat upaya menjaga ketahanan energi tidak bisa dibebankan hanya kepada Pertamina. Pemerintah, masyarakat, aparat, dunia usaha dan kelompok masyarakat sipil harus memiliki tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi Pertamina Sumbagut yang terus membangun koordinasi dan melakukan langkah antisipatif untuk menjaga distribusi energi,” tutur Irham Saddani Rambe.
Irham juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar penggunaan energi dilakukan secara bijak. Menurutnya, ketahanan energi bukan hanya berbicara tentang ketersediaan pasokan, tetapi juga menyangkut penggunaan energi secara tepat, efisien, dan bertanggung jawab.
Cipayung Plus Sumatera Utara juga mencatat bahwa pada Juli 2026 sempat muncul persoalan distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang menyebabkan antrean dan keluhan masyarakat. Pertamina kemudian menyampaikan langkah optimalisasi distribusi, termasuk penguatan koordinasi dan pengoperasian Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam serta penambahan armada mobil tangki untuk mempercepat normalisasi.
Menurut Cipayung Plus Sumut, dinamika tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus momentum untuk memperkuat sistem distribusi energi ke depan.
“Apresiasi yang kami sampaikan merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja dan upaya yang sudah dilakukan. Namun, kami juga berharap setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat menjadi evaluasi agar pelayanan Pertamina semakin baik. Prinsipnya sederhana, energi harus tersedia, distribusinya lancar, tepat sasaran dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tegas Cipayung Plus Sumatera Utara.
Kelima organisasi mahasiswa tersebut berharap Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya dalam menjaga ketahanan energi, sekaligus memperkuat komunikasi publik dengan masyarakat Sumatera Utara.
Cipayung Plus Sumatera Utara menilai kolaborasi antara Pertamina dan seluruh stakeholder merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem energi yang lebih tangguh, responsif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, ketahanan energi di Sumatera Utara diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi tertentu, tetapi menjadi agenda bersama demi memastikan kebutuhan energi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
