Tanaman Ubi dan Jagung Siap Panen Dihancurkan, Petani Asahan Rugi Puluhan Juta Lapor ke Lsm GEMMAKO

Liputan Viral
By -
0


Kabupaten Asahan, liputanviral.space.com — Ketua DPD Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Kabupaten Asahan, Erly Sitorus Pane, melaporkan adanya aktivitas ekskavator yang merusak dan menghancurkan tanaman milik kelompok tani yang tinggal menunggu masa panen. Peristiwa ini berlangsung sejak 3 hingga 5 September 2026 dan diduga dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan oknum terkait Pemerintah Kabupaten Asahan.

 

Tanaman yang diratakan dengan tanah meliputi ubi kayu, ubi jalar, dan jagung — tanaman yang telah diusahakan petani hingga hampir dipanen.

 

"Saya tidak keberatan jika ada pemberitahuan dari awal untuk peruntukan apapun, supaya saya dan anggota kelompok tani bersiap. Namun pihak yang melakukan penghancuran sama sekali tidak dapat menjelaskan dari mana dasarnya," ungkap Erly kepada DPP LSM GEMMAKO RI dan awak media.

 

Akibat peristiwa tersebut, petani menderita kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Erly memohon dukungan GEMMAKO RI untuk menyampaikan aspirasi ini kepada pihak berwenang.

 

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Umum DPP LSM GEMMAKO RI, Dodi Antoni, menegaskan aktivitas ekskavator di tanah tumpang sari kelompok tani tersebut diduga ilegal, karena tidak ditemukan papan proyek maupun dokumen rencana kerja di lokasi.

 

"Kita menelusuri bersama, tidak ada plank dan bestek apapun di sana. Kami minta Pemerintah Kabupaten Asahan menindak tegas hal ini. Jika tidak, kepercayaan masyarakat semakin merosot. Jangan sampai masyarakat sendiri yang mengambil jalan lain akibat kelalaian ini," tegas Dodi.

 

Ia juga menyoroti janji pelebaran jalan di Jalan Budi Utomo yang diduga telah mengorbankan mata pencaharian warga selama sekitar 6 bulan tanpa kemajuan pembangunan berarti. "Seharusnya segala sesuatu yang dilakukan pemerintah berbasis mandat yang bijaksana dan jujur. Kalau memang untuk pembangunan sekolah rakyat, pasanglah plank dan tunjukkan rencananya, jangan bertindak sewenang-wenang," tegasnya geram.

 

Terakhir, Dodi menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto: "Kepada Bapak Presiden yang terhormat, mohon ambil sikap tegas. Tindak tegas para dugaan oknum mafia Pemkab Asahan yang telah melakukan perbuatan keji dan tak terpuji ini, Pak Presiden.".(Tim).

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default
>