Kabupaten Asahan, liputanviral.space.com, Muhammad Seto Ketum DPW Baginda Sumut Bersama Ketum DPP Baginda RI Ester Yulia SE meminta/mendesak Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mengambil tindakan untuk mencopot Direktur Utama PLN beserta seluruh Manager PLN di wilayah yang terdampak pemadaman listrik massal yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Aceh, Riau dan sejumlah wilayah lainnya.
Kepada Awak Media, Minggu, (24/05/2026). M Seto Lubis Ketum DPW Baginda Sumut Bersama Ketum DPP Baginda RI Ester Yulia SE bersama menyampaikan bahwa, Pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam tanpa kepastian informasi dinilai sebagai bentuk kegagalan total dalam manajemen pelayanan publik. Masyarakat dibuat bingung karena listrik hidup dan mati tanpa jadwal yang jelas, tanpa sosialisasi, dan tanpa kepastian kapan kondisi benar-benar normal.
“Kami menilai ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, tetapi bentuk kelalaian serius yang merugikan masyarakat luas. Rakyat dirugikan secara ekonomi, aktivitas lumpuh, pelayanan publik terganggu, jaringan komunikasi bermasalah, bahkan pelaku usaha kecil mengalami kerugian besar akibat padamnya listrik tanpa kepastian,” tegas seto lubis senada ketum dpp Ester Yulia, S.E.
Lanjutnya, Kita juga menilai bahwa permintaan maaf saja tidak cukup. PLN harus bertanggung jawab secara nyata atas kerugian masyarakat akibat blackout yang terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera.
Mereka mendesak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia segera melakukan evaluasi total terhadap jajaran direksi PLN serta mencopot seluruh pejabat PLN yang gagal memberikan pelayanan dan informasi yang diduga tidak jelas kepada masyarakat selama krisis pemadaman berlangsung.
Selain itu, pihaknya juga meminta adanya ganti rugi atau kompensasi kepada seluruh pelanggan terdampak, karena pemadaman listrik berkepanjangan telah menghambat aktivitas masyarakat, usaha kecil menengah, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas pendidikan.
“Kami meminta negara hadir membela rakyat. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat buruknya sistem pelayanan dan lemahnya antisipasi PLN dalam menangani gangguan besar seperti ini,” Diakhir pernyataan tersebut.
Jika tidak ada respon kami akan menggelar aksi damai di kementrian ESDM, Pungkas Seto Lubis.(Doa Kim Munho)
